ABRAHAM LINCOLN “Meninggal Atas Nama Pembebasan Budak”

2 January 2010

“…pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, tak akan pernah menghilang dari muka bumi” (dalam Pidato Gettisburg, 1863)

Ingatkah dengan perkataan di atas? Yang jelas, seingat penulis kata-kata di atas selalu diajarkan ketika kita duduk di bangku sekolah pada mata pelajara PPKN sekarang PKn namanya. Itu merupakan selogan, bukan hanya selogan tapi kata yang selalu didengung-dengungkan oleh Mantan Presiden Amerika, Lincoln. Seorang pejuang pembebasan perbudakan di Amerika tentunya. J

Siapakah Abraham Lincoln itu? Dia lahir dan dibesarkan dalam kondisi keluarga yang miskin. Pada tanggal 12 Februari 1809 seorang calon pemimpin besar telah lahir dari pasangan Thomas Lincoln dan Nancy Hans Lincoln. Tempat kelahirannya adalah di Hodgenvile, Kentucky. Tumbuh dalam keadaan yang serba “pas-pasan” membuat Lincoln junior menjadi seorang remaja yang mandiri. Ia juga sering membantu ayahnya mencari kayu.

Genap di usianya yang ke-22 tahun Beliau bekerja sebagai sebagai pelayan di sebuah took Distrik Mansion. Orang-orang berpendapat bahwa Lincoln adalah pekerja yang jujur, ulet dan rajin. Selain itu, dia juga rajin membaca, dari situlah awal karir politiknya akan dimulai. Ketika bekerja sebagai pegawai Pos New Salem dia semakin tenggelam dalam hobinya membaca buku, Koran dan sastra. Sehingga pengetahuannya tentang permasalahan di sekitarnya dan perpolitikan tidak pernah luput darinya.

Apa sajakah kontribusinya? Soal kontribusi tidaklah perlu ditanya, kalau saja beliau tidak memperjuangkan kebebasan budak. Mungkin saat ini dapat kita temui budak di jalan. Mungkin loh?!😀

Kembali ke topik, sebelum saya melanjutkan tentang kontribusi beliau, kalimat ini setidaknya memberikan petunjuk tentang jasa-jasanya.

Karena saya tidak mau menjadi budak maka saya juga tidak mau menjadi majikan. Ini gagasan saya dari demokrasi. Negara yang demokrasi tidak membenarkan rumah terbagi dua, kaum bebas dan kaum tertindas (budak)

Secara real dia berhasil membuat sebuah deklarasi emansipasi. Bukan deklarasi tapi proklamasi emansipasi. Proklamasi ini disebut-sebut sebagai deklarasi kemerdekaan Amerika yang kedua. Yap, proklamasi ini berisi tentang penghapusan perbudakan. Salut buat pak Lincoln. Tapi sebelumnya dia perlu berjuan dahulu untuk membuat deklarasi tersebut ditandatangani.

Tapi sangat disayangkan dia harus meninggal di tangan seorang pembunuh. Di saat dia sedang menonton opera. Selamat jalan pak Lincoln. Oh ya. Turut berduka juga buat bapak Gus Dur. Semoga diterima di sisi-Nya. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: